Tuesday, February 16, 2016

Jaringan Komputer Dasar (Part 1)


Saat ini kebutuhan akan informasi menjadi prioritas utama, baik dalam melakukan pekerjaan maupun kehidupan sehari-hari. Kebutuhan tersebut berkembang seiring dengan pengguna yang menginginkan informasi lebih cepat, efisien, dan dapat diandalkan. Mengikuti perkembangan kebutuhan tersebut, penggunaan teknologi informasi sebagai solusi telah mengalami perkembangan yang pesat. Kini pengiriman berbagai informasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi jaringan komputer.

Untuk itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu beberapa macam istilah umum pada jaringan komputer:

OSI Layer

Di dalam jaringan komputer, terdapat pemodelan secara hirarki untuk menggambarkan secara jelas tugas dari setiap lapisan pada jaringan komputer, terkait dengan proses pengiriman dan penerimaan paket data dari komputer pengirim ke komputer penerima. Selain itu, pemodelan secara hirarki ini juga turut menjelaskan fungsi-fungsi dari setiap lapisan di dalamnya terkait dengan jaringan komputer, yang meliputi perangkat keras jaringan komputer (hardware) dan perangkat lunak jaringan komputer (software). Lapisan-lapisan inilah yang disebut dengan pemodelan layer pada jaringan komputer (Layer Model). (Putu Agus, 2014 : p 46). 

Layer model bertujuan untuk membuat standardisasi dan mencegah error jika ada masalah baik di hardware maupun di software. Masalah di satu layer tidak berpengaruh ke layer lain.


OSI (Open System Interconnection) layer merupakan model dari koneksi logis yang harus terjadi agar komunikasi data dalam jaringan dapat berlangsung. Berikut merupakan tabel dari setiap layer dan masing-masig fungsinya menurut Sofana (2012: p 97).

Layer
Fungsi
Contoh Protokol
Application
Menyediakan servis bagi berbagai aplikasi jaringan
SMTP, SNMP, Telnet, HTTP, DHCP
Presentation
Mengatur konversi dan translasi berbagai format data, seperti kompresi data dan enkripsi data
ASCII, MPEG, MIDI, ASCII7
Session
Mengatur sesi yang meliputi establishing, maintaining, dan terminating antar entitas yang dimiliki oleh layer presentation
SQL, OS, NetBIOS, NFS
Transport
Menyediakan end-to-end communication protocol. Layer ini bertanggungjawab terhadap "keselamatan data" dan "segmentasi data"
TCP, IPX, UDP
 Network
Menentukan rute/jalur yang dilalui oleh data. Layer ini menyedikana logical addressing  (pengalamatan logikal) dan path determination (penentuan rute tujuan)
IPX, IP, ICMP, IPSec, OSPF, IGRP, RIP
Layer
Fungsi
Contoh Protokol
Data Link
Menentukan pengalamatan fisik (hardware address), error notification (pendeteksian kesalahan), frame flow control (kendali aliran frame), dan topologi jaringan.
Ada dua sublayer pada Data Link layer, yaitu Logical Link Control (LLC) dan Media Access Control(MAC).
LLC mengatur komunikasi seperti error notification dan flow control.
Sedangkan M AC mengatur pengalamatan fisik yang digunakan dalam proses komunikasi antar-adapter.
Frame Relay, PPP, ISL, Token Ring
Physical
Layer ini menentukan masalah gelombang/medan dan berbagai fungsi yang berkaitan dengan link fisik, seperti besar tegangan arus listrik, panjang maksimal media transmisi, jenis kabel dan konektor
802.11a/b/g/n, hub, repeater, fiber optic
 

TCP/IP Layer

Menurut Sofana (2012: p 242), model referensi TCP/IP merupakan model referensi yang dikembangkan sebelum model OSI. Jika dibandingkan layer yang ada di TCP/IP tidaklah sama dengan OSI. TCP/IP yang terdiri dari empat softwarelayer yang dijelaskan pada tabel berikutnya.


Model ini dikembangkan menggunakan model referensi DARPA yang diusulkan oleh departemen pertahanan Amerika Serikat. Model DARPA ini digunakan untuk membuat aturan untuk ARPANET dan sudah dikembangkan jauh sebelum pengembangan model OSI. 

Layer
Fungsi
Contoh Protokol
Application
Menyediakan servis bagi applikasi TCP/IP. Layer ini menangani high-level protocol, representasi data, encoding, dan dialog control yang memungkinkan terjadinya komunikasi antar aplikasi jaringan
Telnet, DHCP, DNS, HTTP, FTP, SMTP, SNMP
Transport
Mengatur komunikasi antar host. Layer ini menyediakan layanan pengiriman data dengan cara membuat logical connection di antara pengirim dan penerima
Layer transport juga bertugas memecah data dan menyatukan  kembali
TCP, UDP
Internet
Layer ini memiliki tugas utama dalam penentuan rute terbaik yang akan dilewati oleh paket-paket data
Pada layer ini ditentukan pula alamat logika, yaitu IP address.
IP, ICMP, ARP,   RARP
Network Interface
Berfungsi meletakkan frame-frame data yang akan dikirim ke media jaringan
Ethernet, Frame Relay, ATM
 

Switch & Router 

Switch merupakan perangkat keras penghubung di dalam jaringan komputer yang memiliki fungsi utama sebagai penghubung fisik media jaringan berupa serat optik (fiber optic), Ethernet, hingga sinyal (untuk dukungan wireless). (Putu Agus, 2014 : p 487).  


Switch bekerja di dua buah layer pada jaringan komputer, yaitu Data Link layer dan Physical layer. Pada Data Link layer, terjadi proses pengecekan terhadap alamat fisik jaringan (MAC Address) untuk otentikasi alamat fisik komputer yang terhubung ke switch, untuk kemudian disesuaikan dengan alamat jaringan pada Network layer (IP Address). Pada Physical layer terjadi proses pengolahan sinyal digital. Kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh switch, yaitu:

a. Switch memiliki kemampuan untuk membaca alamat fisik (MAC Address) dari setiap komputer yang terhubung ke dalam switch yang bersangkutan. 
b. Switch memiliki kemampuan untuk melakukan filter terhadap paket data yang keluar masuk switch. 


Router merupakan perangkat keras pada jaringan komputer yang berfungsi di dalam proses Routing untuk menentukan rute yang dilalui oleh paket data dari komputer pengirim ke komputer penerima. Router dapat membagi Network besar menjadi beberapa subnetwork. (Putu Agus, 2012 : p 489)


 
Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) merupakan jaringan komputer terkecil untuk pemakaian pribadi. Local Area Network (LAN) memiliki skala jangkauan mencakup 1 KM hingga 10 KM, dalam bentuk koneksi wired (kabel), wireless (nirkabel), maupun kombinasi keduanya. (Putu Agus, 2014 : p 32). 


Jaringan Local Area Network (LAN) umum juga disebut sebagai intranet. Local Area Network (LAN) beda dengan jaringan internet. Sesuai namanya, jaringan ini bersifat private, yaitu hanya diperuntukkan bagi pengguna di dalam internal organisasi/ perusahaan/ instansi/ ruangan bersangkutan saja.  

Internet Protocol (IP)

Internet Protocol (IP) merupakan salah satu protokol tertua dan terpenting di dalam jaringan komputer, khususnya pada Network Layer, yang berfungsi di dalam proses pengalamatan pada jaringan komputer (berupa IP Address) dan proses Routing. Pada jaringan komputer, Internet Protocol (IP) umumnya selalu bekerja sama dengan protokol TCP (Transmission Control Protocol), sebuah protokol pada Transport Layer yang bersifat Connection Oriented dan Reliable. Di satu sisi Internet Protocol (IP) bertugas memberikan alamat pada komputer dan proses Routing, sedangkan TCP (Transmission Control Protocol) bertugas di dalam membantu transmisi paket data di dalam jaringan komputer. (Putu Agus, 2014: p 379)


Di dalam pemanfaatan jaringan komputer sehari-hari dilihat dari cakupan penggunaan IP Address di dalam jaringan komputer (untuk penggunaan di dalam jaringan lokal dan di dalam jaringan internet atau publik), maka secara garis besarnya, IP Address dibedakan menjadi dua jenis, yaitu IP Address Public dan IP Address Private. (Putu Agus, 2014 : p 390)  

IP Address Public dan Private

IP Address Publicmerupakan IP address yang bersifat unik (pada bagian Network Identifier) untuk setiap komputer dan digunakan pada jaringan internet. IP Address Publicini hanya dimiliki oleh masing-masing komputer di seluruh dunia, termasuk juga perangkat-perangkat terhubung lainnya, untuk memudahkan di dalam saling mengenali satu sama lain. Apabila masih menggunakan IPV4, maka daya tampungnya terbatas untuk IP Address Public, sehingga salah satu cara umum yang digunakan adalah dengan NAT (Network Address Translator). (Putu Agus, 2014 : p 390)


IP Address Private bersifat umum, sehingga dua buah jaringan berbeda yang tidak saling terhubung dapat menggunakan alamat yang sama. IP Address Privateumum digunakan pada jaringan lokal, misalkan Local Area Network (LAN). (Putu Agus, 2014 : p 391) 

IP Address Dinamis dan Statis

IP addresss juga secara umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu IP address dinamis (Dynamic IP Address) dan IP address Statis (Static IP Address).(Putu Agus, 2014 : p 394). 


IP Address dinamis (Dynamic IP Address) merupakan IP address yang diperoleh oleh komputer dan perangkat terhubung lainnya di dalam jaringan komputer secara otomatis dan akan selalu berubah-ubah setiap saat (Dynamic). Pemberian alamat berupa IP Address ini dilakukan secara otomatis oleh suatu perangkat,aplikasi,sekaligus protokol di dalam jaringan komputer yang bernama DHCP (Dynamic Host Controller Protocol) dan komputer yang bertindak sebagai DHCP Server.(Putu Agus, 2014: p 394)  


IP Address Statis (Static IP Address) merupakan IP Address yang diperoleh dengan cara mengatur sendiri konfigurasi pada komputer sesuai dengan pengaturan (Setting) jaringan bersangkutan. Pada pengaturan di dalam IP Address Statis, terdapat bagian-bagian yang harus diketahui berupa pengkelasan pada IP Address, Subnet dan Subnet Mask, Gateway, dan DNS (Domain Name System) server yang digunakan. (Putu Agus, 2014: p 396) 

Silahkan lanjut ke Part 2 -> http://haykalgunadil.blogspot.co.id/2016/02/apa-itu-jaringan-komputer-part-2.html

Semua diatas adalah beberapa istilah yang sangat umum di jaringan komputer. Semua tulisan dan kutipan berdasarkan dari sumber-sumber yang sangat terpercaya. Jika ada kesalahan, mohon maaf sebesar-besarnya. Untuk info lanjut, silahkan email ke haykal.gundamn@gmail.com. Salam gundam.

No comments:

Post a Comment