Tuesday, February 16, 2016

Jaringan Komputer Dasar (Part 2)

Macam-Macam Topologi pada Jaringan Komputer

Pada jaringan komputer, dikenal setidaknya enam buah topologi pada jaringan komputer. Keenam jenis topologi pada jaringan komputer tersebut memiliki karakteristik, kelebihan, dan kekurangan masing-masing. Keenam topologi pada jaringan komputer ini meliputi Topologi Bus, Topologi Star, Topologi peer to peer (P2P), Topologi Ring, Topologi Tree, dan Topologi Mesh. (Putu Agus, 2014 : p 18)

1. Topologi Bus

Topologi Bus merupakan topologi yang paling awal digunakan di dalam model topologi pada jaringan komputer, terutama di masa-masa awal jaringan komputer dikembangkan. Beberapa referensi memasukkan Topologi Bus ke dalam jenis Topologi Peer To Peer (P2P). Topologi Bus hanya menggunakan sebuah jalur koneksi, yang kemudian digunakan secara bersama-sama oleh beberapa buah komputer dan perangkat jaringan komputer terhubung lainnya.Tentu saja, terdapat terminal di awal dan akhir bus (jalur/line koneksi) untuk menyediakan dan menjaga koneksi di dalamnya untuk semua komputer yang terhubung. (Putu Agus, 2014 : p 19)  




2. Topologi Star

Topologi Star adalah topologi di dalam jaringan komputer, di mana terdapat sebuah komputer (ataupun perangkat jaringan komputer berupa hub atau switch) yang menjadi pusat dari semua komputer yang terhubung kedalamnya. Komputer pusat ini bertindak sebagai server. Komputer-komputer lainnya, yang dalam hal ini bertindak sebagai client, tidak dapat berkomunikasi satu sama lain. Mereka harus melalui komputer pusat (ataupun berupa hub dan switch) terlebih dahulu, untuk dapat bertukar data dengan sesama komputer client lainnya.


Topologi Star umumnya digunakan pada jaringan komputer skala kecil dan menengah. Misalkan saja untuk jaringan komputer local (intranet/LAN) di lingkungan perumahan, sekolah, kos – kosan, penginapan, dan lain-lain. (Putu Agus, 2014 : p 21). 


3. Topologi Peer-to-Peer (P2P) 
Topologi Peer To Peer (P2P) adalah topologi di dalam jaringan komputer, di mana konsep dan pemodelan Peer To Peer (P2P) dipakai di dalamnya. Ini berarti semua komputer yang terhubung didalamnya sama-sama berinteraksi tanpa adanya server. Setiap komputer dapat bertindak sebagai server sekaligus client dan saling berbagi satu sama lain.


Pada beberapa referensi, Topologi Peer To Peer (P2P) diidentikkan dengan Topologi Bus, namun bentuk komunikasi dan koneksinya tidak searah layaknya pada Topologi Bus. (Putu Agus, 2014:  p 23) 


4. Topologi Ring

Topologi Ring merupakan salah satu topologi yang relatif sederhana pada jaringan komputer. Topologi jaringan ini hanya menghubungkan setiap komputer (atau disebut juga sebagai node) satu per satu, sehingga membentuk sebuah rangkaian menyerupai cincin (ring). Rangkaian berbentuk ring ini merupakan satu kesatuan. Sinyal dan paket data berjalan searah melewati kesatuan rangkaian tersebut dan melewati setiap komputer yang terhubung pada rangkaian ring ini.


Secara konsep, Topologi Ring hampir mirip dengan Topologi Bus, hanya saja pada Topologi Ring tidak terdapat titik henti dalam bentuk terminal, sehingga membentuk lingkaran atau cincin (ring). (Putu Agus, 2014 : p 26)


5. Topologi Tree

Topologi Tree merupakan salah satu topologi yang juga paling banyak diterapkan di dalam jaringan komputer, dengan bentuk geometris menyerupai pohon (tree). Pada topologi tree trerdapat sebuah komputer (atau perangkat jaringan komputer berupa Hub ataupun switch) pada level teratas (disebut dengan root) yang menjadi pusat utama komunikasi bagi semua komputer lain yang terhubung dengannya. Koneksi ini menggunakan Topologi Peer To Peer (P2P). Kemudian pada level di bawahnya terdapat satu atau lebih komputer lain (disebut dengan central) yang menjadi pusat bagi sejumlah komputer di level bawahnya, yang membentuk topologi seperti Topologi Star. Central ini menjadi penghubung antara root dengan semua komputer lainnya yang ada di bawah central.


Dapat dikatakan bahwa Topologi Tree sejatinya merupakan perpaduan (Hybrid/Hibrida) dari Topologi Star dan Topologi Peer To Peer(P2P). (Putu Agus, 2014 : p 27)


6. Topologi Mesh

Topologi Mesh adalah salah satu jenis topologi pada jaringan komputer yang menghubungkan semua komputer secara penuh (Fully Connected). Topologi Mesh merupakan Topologi paling kompleks dan paling banyak digunakan pada penyedia layanan akses internet (Internet Service Provider/ISP), sebab Topologi Mesh mampu menjaga agar kerusakan atau gangguan yang terjadi pada salah satu komputer tidak akan mempengerahui komputer lain atau jaringan secara keseluruhan. Namun di dalam penggunaan pribadi, tidak terlalu banyak yang menggunakan jenis Topologi Mesh ini. (Putu Agus, 2014 : p 29)



Topologi Mesh terdiri atas dua jenis. Kedua jenis topologi Mesh tersebut meliputi: 


a. Topologi Mesh Fully Connected memiliki ciri utama di mana semua komputer di dalamnya saling terhubung satu sama lain secara penuh (Fully Connected). Misalkan apabila terdapat sepuluh buah komputer di dalam Topologi Mesh, maka setiap komputer di dalamnya akan terhubung ke Sembilan buah komputer lainnya. (Putu Agus, 2014 : p 29) 

b. Topologi Mesh Partial Connected memiliki ciri utama di mana tidak semua komputer di dalamnya saling terhubung satu sama lain (partial). (Putu Agus, 2014 : p 30)

Subnetting

Subnetting didefinisikan sebagai proses untuk melakukan Subnet pada pengalamatan jaringan komputer berbasiskan IP Address dengan menggunakan Net Mask dan Subnet Mask. Subnetting digunakan untuk memudahkan pengelola jaringan komputer, baik System Administrator, Network Administrator, maupun pengguna biasa, di dalam mengelola jaringan, melakukan alokasi IP Address untuk setiap ruangan dan gedung, sesuai dengan kebutuhan. (Putu Agus, 2014: p 404)

Untuk penjelasan mengenai cara subnetting, saya akan membahasnya pada post yang lain. :D

Net Mask

Net Mask didefinisikan sebagai bit 1 dan 0 (dalam binary) untuk menyaring bagian jaringan dari alamat berbasiskan Internet Protocol (IP Address), sehingga hanya bagian komputer host (Host ID atau Host Address) yang tersisa dan ditampilkan. Atau secara singkat dapat dikatakan bahwa Net Mask merupakan proses Mask pada jaringan (Network) yang bersifat wajib dan tidak dapat dimodifikasi. (Putu Agus, 2014: p 402) 

Subnet Mask

Subnet Mask merupakan 32 bit alamat yang membagi sebuah IP Address ke dalam bentuk Network Address dan Host Address. Subnet Mask berada di antara keduanya tersebut, sehingga memiliki format “network-address.subnet-mask.host-address”. Sebagai contoh  IP address 192.168.55.60 memiliki network address 192.168.* (tanda * artinya mencakup semua range IP Address yang diawali dengan 192.168, namun ini akan berbeda untuk setiap kelas), subnet mask 55, dan host address 60. (Putu Agus, 2014: p 404) 

Virtual Local Area Network (VLAN)

VLAN adalah sebuah jaringan lokal LAN yang dikonfigurasikan secara virtual menggunakan perangkat lunak komputer (software) untuk menyatukan sejumlah jaringan lokal fisik untuk membentuk koneksi logik, maka dapat diketahui bahwa VLAN menawarkan sejumlah keuntungan bagi pengguna jaringan komputer dan jaringan komputr itu sendiri. Terdapat enam buah keuntungan yang ditawarkan oleh VLAN, yaitu: 

a.          Meningkatkan efisiensi pengelolaan jaringan komputer.
b.         Meningkatkan perfomansi jaringan komputer.
c.          Meningkatkan kemanan sistem pada jaringan komputer.
d.         Menghemat biaya (anggaran) Teknologi Informasi (TI).
e.          Membantu di dalam proses Broadcast pesan di dalam jaringan.
         g.      Membantu di dalam manajemen perangkat lunak jaringan dan proses-proses di 
                  dalamnya. (Putu Agus, 2014: p 476) 


Firewall

Firewall merupakan perangkat yang berfungsi untuk memeriksa dan menentukan paket data yang dapat keluar atau masuk dari sebuah jaringan. Dengan kemampuan menentukan apakah sebuah paket data bisa masuk dan keluar dari suatu jaringan maka firewall berperan untuk melindungi jaringan dari serangan yang berasar dari luar jaringan (outside network). Selain ditujukan untuk melindungi jaringan, firewall juga dapat difungsikan untuk melindungi sebuah komputer user atau host (single host). (Towidjojo,2012 : p 43) 

Network Address Translation (NAT) 

Network Address Translation (NAT) adalah suatu fungsi firewall yang sebenarnya bertugas melakukan perubahan IP Address pengirim dari sebuah paket data. NAT ini umumnya dijalankan pada router-router yang menjadi batas antara jaringan lokal dan jaringan internet. Secara teknis NAT ini akan mengubah paket data yang berasal dari komputer user seolah-olah berasal dari router. (Towidjojo, 2012 : p 44) 

Quality of Service (QoS)

QoS (Quality of Service) merupakan sekumpulan teknik dan mekanisme yang menjamin perfomansi dari jaringan komputer (terutamanya di internet) di dalam penyediaan layanan kepada aplikasi – aplkasi di dalam jaringan komputer. QoS (Quality of Service) dilihat dan diukur dari sudut pandang penyedia layanan. Berbeda dengan QoE (Quality of Experience) dimana penilaian dilakukan dari sudut pandang pengguna. (Putu Agus, 2014 : p 547) 
Berikut adalah macam-macam QoS:

Bandwidth

Bandwidth sendiri didefinisikan sebagai lebar pita jaringan komputer yang menentukan kecepatan akses jaringan komputer. 
  

Bandwidth kerap kali menjadi komoditi dari layanan akses internet bagi sebagian besar pengguna awam. Untuk itulah, perlu diperhatikan dengan baik perjanjian yang ditawarkan oleh pihak penyedia layanan akses internet terkait dengan Bandwidth yang diberikan, termasuk dalam satuan bit ataukah byte. Bandwidth yang besar akan memberikan QoS yang lebih baik.

Simple Queue

Simple Queue merupakan menu pada RouterOS untuk melakukan manajemen bandwidth untuk skenario jaringan yang sederhana. Untuk menggunakan Simple Queue, pekerjaan packet classification dan marking packet tidak wajib untuk dilakukan. 


Meskipun demikian, Simple Queue sebenarnya juga bisa melakukan manajemen bandwidth terhadap packet-packet yang sudah di-marking.  


Konfigurasi queue yang dilakukan oleh Simple Queue tetap menggunakan Hierachical Token Bucket sebagai metode utama. Namun queue tersebut tidak dilakukan pada interface fisik. Simple Queue akan melakukan queue pada interface virtual. Pada RouterOS v5 akan dilakukan pada interface Global-In, Global-Out atau Global-Total. Sedangkan pada RouterOS v6, Simple Queue memiliki tempat khusus sendiri untuk melakukan queue. (Towidjojo, 2012 : p 120) 

Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP)

DHCP merupakan salah satu protokol standar di jaringan komputer yang berfungsi untuk membantu pengguna jaringan komputer memperoleh alamat (IP address) secara cepat dan otomatis. 

DHCP diciptakan berdasarkan kenyataan bahwa semakin banyak perangkat yang terhubung ke jaringan komputer serta kecenderungan pengguna untuk dapat mudah terkoneksi ke jaringan tanpa harus repot melakukan konfigurasi alamat jaringan secara manual. DHCP banyak diterapkan di beragam jaringan dan sistem operasi. DHCP mendukung pengalamatan baik IPV4 maupun IPV6. (Towidjojo, 2012 : p 154)

Domain Name Server (DNS)

DNS (Domain Named Server) merupakan salah satu aplikasi standar di Application Layer yang berfungsi untuk menterjemahkan pengalamatan jaringan komputer dari IP address ke alamat domain yang mudah untuk diingat oleh pengguna jaringan. Sebagai contoh, pengguna jaringan komputer lebih mudah untuk mengingat alamat situs Google (dalam bentuk kata/kalimat) dibandingkan alamat IP public Google (dalam bentuk numerik). DNS secara hirarkis memberikan penamaan kepada sebuah komputer/server untuk mudah dikenali oleh pengguna jaringan komputer. (Towidjojo, 2012 : p 154)

Untuk kembali ke part 1 ->http://haykalgunadil.blogspot.co.id/2016/02/apa-itu-jaringan-komputer-part-1.html


Semua diatas adalah beberapa istilah yang sangat umum di jaringan komputer. Semua tulisan dan kutipan berdasarkan dari sumber-sumber yang sangat terpercaya. Jika ada kesalahan, mohon maaf sebesar-besarnya. Untuk info lanjut, silahkan email ke haykal.gundamn@gmail.com. Salam gundam.