Thursday, March 3, 2016

Subnetting - Part 2

3. Berdasarkan jumlah host
Soal : Lakukan subnetting dengan network 192.168.1.0 / 24, dengan kondisi dalam 1 network paling sedikit 63 hosts.

Jawab :
2h – 2 ≥ 63
2h ≥ 65
h = 7

11111111.11111111.11111111.00000000 -> / 24
11111111.11111111.11111111.10000000 -> / 25 SM baru * karena kondisi rumus mulai dari kanan

- Subnet 0
11000000.10101000.00000001.00000000
11111111. 11111111. 11111111. 10000000
---------------------------------------------------
11000000.10101000.00000001.00000000 -> NA
11000000.10101000.00000001.01111111 -> BA

NA : 192.168.1.0
BA : 192.168.1.127
Usable : 192.168.1.1 -- 192.168.1.126

- Subnet 1 (dengan hitungan cepat)
192.168.1.128 -- 192.168.1.255
Usable : 192.168.1.129 -- 192.168.1.254

Jadi, cuma 2 subnet saja yang dapat terbentuk sesuai dengan kondisi di atas.

4. VLSM

VLSM merupakan cara subnetting paling efisien karena sesuai dengan kebutuhan tiap network. Maka dari itu, aturan VLSM agak berbeda dibandingkan dengan cara lain. 
* Urutkan dari jumlah host paling besar ke paling kecil.
* Masing-masing jumlah host pada tiap network berbeda, tergantung dari soal / kondisi.   

Soal : Sebuah perusahaan ingin membuat 4 divisi dari network awal 192.168.1.0
Marketing : 30 host
Finance : 10 host
Management : 100 host
IT : 60 host

Jawab :
Management : 2h – 2 ≥ 100 -> h = 7
IT : h = 6
Marketing : h = 5
Finance : h = 4

Dengan hitungan cepat, maka hasil yang didapatkan adalah :
- Management : 192.168.1.0 -- 192.168.1.127 / 25
- IT : 192.168.1.128 -- 192.168.1.191 / 26
- Marketing : 192.168.1.192 -- 192.168.1.223 / 27
- Finance : 192.168.1.224 -- 192.168.1.239 /28

Dari hasil tersebut, tiap divisi menyesuaikan dengan jumlah host-nya dan alhasil mengefisiensikan pengalamatan IP sekaligus merapikan pengalamatan juga.

VLSM sering digunakan pada perusahaan / organisasi yang networknya kompleks guna memudahkan para network administrator dan efisiensi pengalamatan IP.

Untuk kembali ke part 1 -> http://haykalgunadil.blogspot.co.id/2016/03/subnetting-part-1.html

Semua diatas adalah beberapa istilah yang sangat umum di jaringan komputer. Semua tulisan dan kutipan berdasarkan dari sumber-sumber yang sangat terpercaya. Jika ada kesalahan, mohon maaf sebesar-besarnya. Untuk info lanjut, silahkan email ke haykal.gundamn@gmail.com. Salam gundam.

Subnetting - Part 1

Pada post sebelumnya, Subnetting didefinisikan sebagai proses untuk melakukan Subnet pada pengalamatan jaringan komputer berbasiskan IP Address dengan menggunakan Net Mask dan Subnet Mask. Subnetting digunakan untuk memudahkan pengelola jaringan komputer, baik System Administrator, Network Administrator, maupun pengguna biasa, di dalam mengelola jaringan, melakukan alokasi IP Address untuk setiap ruangan dan gedung, sesuai dengan kebutuhan. (Putu Agus, 2014: p 404)

Subnetting sangat dibutuhkan untuk pengolaan jaringan komputer pada jaringan yang besar dan kompleks sehingga cara subnetting akan mempermudah dan mengefisiensikan pengalamatan IP address dalam jaringan tersebut. Meskipun subnetting terkesan gampang, masih banyak ahli jaringan komputer yang lupa ataupun tidak tahu cara subnetting.

Ada beberapa cara subnetting yang dapat digunakan, berikut adalah:

1. Berdasarkan jumlah network
- no IP subnet zero (2n – 2 ≥ jumlah network); network pertama dan terakhir tidak boleh digunakan (sudah punah)
- IP subnet zero (2n jumlah network); semua network boleh digunakan (modern).

2. Berdasarkan jumlah host (2h – 2 ≥ jumlah host)

3. VLSM (Variable Length Subnet Mask); tiap network tidak sama besarnya, tergantung kebutuhan. (2h – 2 ≥ jumlah network). Ini merupakan cara yang diperkenalkan oleh CISCO yang disesuaikan untuk kebutuhan tiap network guna mengefisiensikan pengalamatan yang berlebihan.

* n : jumlah penambahan angka satu dari sebelah kiri Subnet Mask (SM).
   h : total banyaknya angka 0 dari sebelah kanan SM. 

Sebagai contoh, saya akan menjelaskan terlebih dahulu bagaimana konversi dari IP address IPv4 ke bilangan biner Network dan Broadcast address untuk dilanjutkan ke cara subnetting.
Biner adalah bilangan 1 dan 0 pada penghitungan matematik yang terdapat di dalam proses komputer, oleh karena itu cara subnetting menggunakan biner sampai 8 bit.
Angka 1 artinya betul dan angka 0 artinya salah. Formula biner pada subnetting adalah 8 bit, yaitu:

27 + 26 + 25 + 24 + 23 + 22 + 21 + 20 
Formula diatas jika dihitung akan menjadi 128 + 64 + 32 + 16 + 8 + 4 + 2 + 1 menjadi total 255.
255 bisa terhitung jika 8 bit semua binernya adalah 1 (benar) dan mulai penghitungan lebih mudah kalau dari urutan paling kiri terlebih dahulu. 


Contoh
IP address 192.168.1.72 / 24               
* / 24 adalah SM ke 24 yang kalau dikonversi ke biner menjadi 256 host yang bisa ada.

IP ke bit: 11000000.10101000.00000001.01001000 -> 192.168.1.72
/ 24 SM:  11111111 .11111111 .11111111 .00000000 -> 255.255.255.0
---------------------------------------------------------------
NA       : 11000000. 10101000.00000001.00000000 -> 192.168.1.0 / 24
BA       : 11000000. 10101000.00000001.11111111   -> 192.168.1.255

* Aturan konversi ke NA (Network Address) dari gabungan IP dan SM adalah:
- 1 dengan 1 akan tetap menjadi 1
- 0 dengan 1 dan juga sebaliknya, akan menjadi 0
- 0 dengan 0 akan tetap menjadi 0  
* Aturan konversi dari NA ke BA (Broadcast Address) adalah menyesuaikan dengan jumlah SM-nya, jadi contoh diatas / 24 SM akan menjadikan 8 bit terakhir harus dijadikan 1 semua (menjadi 255 totalnya) 

Network address : sebagai identitas network. Porsi Host -> 0. 192.168.1.0
Broadcast address : alamat yang dituju jika ingin melakukan broadcast. Porsi Host -> 1. 192.168.1.255
Usable range IP : 192.168.1.1 -- 192.168.1.254 

1. IP subnet zero 
Soal: Sebuah network 172.16.10.0 / 24 akan dibagi ke 4 network. Tentukan network barunya beserta SM dan usable range IP!

Jawab:
2n 4
n = 2        * angka 2 didepan akan dipindahkan ke sisi kanan, menjadikan 4 % 2
SM awal : 11111111.11111111.11111111.00000000 / 24
SM baru : 11111111.11111111.11111111.11000000 / 26   * dari n diatas dimasukkan ke SM awal mulai dari paling kiri
- Network 1 (subnet 0)
10101100.00010000.00001010.00000000 -> 172.16.10.0
11111111. 11111111. 11111111. 11000000 -> SM baru / 26
---------------------------------------------------
10101100.00010000.00001010.00000000 -> NA
10101100.00010000.00001010.00111111 -> BA  

NA : 172.16.10.0
BA : 172.16.10.63
Usable range IP: 172.16.10.1 -- 172.16.10.62    total host 62

- Network 2 (subnet 1)
10101100.00010000.00001010.01000000 -> 172.16.10.64
11111111. 11111111. 11111111. 11000000 -> / 26
---------------------------------------------------
10101100.00010000.00001010.01000000 -> NA
10101100.00010000.00001010.01111111 -> BA

NA : 172.16.10.64
BA : 172.16.10.127
Usable : 172.16.10.65 -- 172.16.10.126  total host 62

- Network 3 (subnet 2)
10101100.00010000.00001010.10000000 -> 172.16.10.128
11111111. 11111111. 11111111. 11000000 -> / 26
---------------------------------------------------
10101100.00010000.00001010.10000000 -> NA
10101100.00010000.00001010.10111111 -> BA

NA : 172.16.10.128
BA : 172.16.10.191
Usable : 172.16.10.129 -- 172.16.10.190  total host 62
       
- Network43 (subnet 3)
10101100.00010000.00001010.11000000 -> 172.16.10.192
11111111. 11111111. 11111111. 11000000 -> / 26
---------------------------------------------------
10101100.00010000.00001010.11000000 -> NA
10101100.00010000.00001010.11111111 -> BA

NA : 172.16.10.192
BA : 172.16.10.255
Usable : 172.16.10.193 -- 172.16.10.254  total host 62

2. No IP subnet zero
Soal : kita memakai soal pertama.
Jawab :
2n – 2 ≥  4
2n ≥  6
n = 3

11111111.11111111.11111111.00000000 -> SM awal / 24
11111111.11111111.11111111.11100000 -> SM baru / 27

- Subnet 0
10101100.00010000.00001010.00000000 -> 172.16.10.0
11111111. 11111111. 11111111. 11100000 -> SM baru
---------------------------------------------------
10101100.00010000.00010000.00000000 -> NA
10101100.00010000.00010000.00011111 -> BA

NA : 172.16.10.0
BA : 172.16.10.31
Usable : 172.16.10.1 -- 172.16.10.30  total host 30

- Subnet selanjutnya sampai terkahir dapat dipendekkan menjadi:
S0 : ------------.0 -- ----------------.31      x NA spare
S1 : ------------.32 -- --------------.63      1
S2 : ------------.64 -- --------------.95      2
S3 : ------------.96 -- --------------.127    3
S4 : ------------.128 -- --------------.159  4
S5 : ------------.160 -- --------------.191   x dikurang dari rumus
S6 : ------------.192 -- --------------.223   x dikurang dari rumus
S7 : ------------.224 -- --------------.255   x NA spare

* NA spare hanya terdapat di No IP subnet zero; NA spare ada di subnet awal dan di subnet akhir, jadi kedua subnet tersebut tidak dapat dipakai dengan alasan untuk subnet cadangan.

Silahkan lanjut ke part 2 -> http://haykalgunadil.blogspot.co.id/2016/03/subnetting-part-2.html

Semua diatas adalah beberapa istilah yang sangat umum di jaringan komputer. Semua tulisan dan kutipan berdasarkan dari sumber-sumber yang sangat terpercaya. Jika ada kesalahan, mohon maaf sebesar-besarnya. Untuk info lanjut, silahkan email ke haykal.gundamn@gmail.com. Salam gundam.