3. Berdasarkan jumlah host
Soal : Lakukan subnetting dengan network 192.168.1.0 / 24, dengan kondisi dalam 1 network paling sedikit 63 hosts.
Jawab :
2h – 2 ≥ 63
2h ≥ 65
h = 7
11111111.11111111.11111111.00000000 -> / 24
11111111.11111111.11111111.10000000 -> / 25 SM baru * karena kondisi rumus mulai dari kanan
- Subnet 0
11000000.10101000.00000001.00000000
11111111. 11111111. 11111111. 10000000
---------------------------------------------------
11000000.10101000.00000001.00000000 -> NA
11000000.10101000.00000001.01111111 -> BA
NA : 192.168.1.0
BA : 192.168.1.127
Usable : 192.168.1.1 -- 192.168.1.126
- Subnet 1 (dengan hitungan cepat)
192.168.1.128 -- 192.168.1.255
Usable : 192.168.1.129 -- 192.168.1.254
Jadi, cuma 2 subnet saja yang dapat terbentuk sesuai dengan kondisi di atas.
4. VLSM
VLSM merupakan cara subnetting paling efisien karena sesuai dengan kebutuhan tiap network. Maka dari itu, aturan VLSM agak berbeda dibandingkan dengan cara lain.
* Urutkan dari jumlah host paling besar ke paling kecil.
* Masing-masing jumlah host pada tiap network berbeda, tergantung dari soal / kondisi.
Soal : Sebuah perusahaan ingin membuat 4 divisi dari network awal 192.168.1.0
Marketing : 30 host
Finance : 10 host
Management : 100 host
IT : 60 host
Jawab :
Management : 2h – 2 ≥ 100 -> h = 7
IT : h = 6
Marketing : h = 5
Finance : h = 4
Dengan hitungan cepat, maka hasil yang didapatkan adalah :
- Management : 192.168.1.0 -- 192.168.1.127 / 25
- IT : 192.168.1.128 -- 192.168.1.191 / 26
- Marketing : 192.168.1.192 -- 192.168.1.223 / 27
- Finance : 192.168.1.224 -- 192.168.1.239 /28
Dari hasil tersebut, tiap divisi menyesuaikan dengan jumlah host-nya dan alhasil mengefisiensikan pengalamatan IP sekaligus merapikan pengalamatan juga.
VLSM sering digunakan pada perusahaan / organisasi yang networknya kompleks guna memudahkan para network administrator dan efisiensi pengalamatan IP.
Untuk kembali ke part 1 -> http://haykalgunadil.blogspot.co.id/2016/03/subnetting-part-1.html
Semua diatas adalah beberapa istilah yang sangat umum di jaringan komputer. Semua tulisan dan kutipan berdasarkan dari sumber-sumber yang sangat terpercaya. Jika ada kesalahan, mohon maaf sebesar-besarnya. Untuk info lanjut, silahkan email ke haykal.gundamn@gmail.com. Salam gundam.
Soal : Lakukan subnetting dengan network 192.168.1.0 / 24, dengan kondisi dalam 1 network paling sedikit 63 hosts.
Jawab :
2h – 2 ≥ 63
2h ≥ 65
h = 7
11111111.11111111.11111111.00000000 -> / 24
11111111.11111111.11111111.10000000 -> / 25 SM baru * karena kondisi rumus mulai dari kanan
- Subnet 0
11000000.10101000.00000001.00000000
11111111. 11111111. 11111111. 10000000
---------------------------------------------------
11000000.10101000.00000001.00000000 -> NA
11000000.10101000.00000001.01111111 -> BA
NA : 192.168.1.0
BA : 192.168.1.127
Usable : 192.168.1.1 -- 192.168.1.126
- Subnet 1 (dengan hitungan cepat)
192.168.1.128 -- 192.168.1.255
Usable : 192.168.1.129 -- 192.168.1.254
Jadi, cuma 2 subnet saja yang dapat terbentuk sesuai dengan kondisi di atas.
4. VLSM
VLSM merupakan cara subnetting paling efisien karena sesuai dengan kebutuhan tiap network. Maka dari itu, aturan VLSM agak berbeda dibandingkan dengan cara lain.
* Urutkan dari jumlah host paling besar ke paling kecil.
* Masing-masing jumlah host pada tiap network berbeda, tergantung dari soal / kondisi.
Soal : Sebuah perusahaan ingin membuat 4 divisi dari network awal 192.168.1.0
Marketing : 30 host
Finance : 10 host
Management : 100 host
IT : 60 host
Jawab :
Management : 2h – 2 ≥ 100 -> h = 7
IT : h = 6
Marketing : h = 5
Finance : h = 4
Dengan hitungan cepat, maka hasil yang didapatkan adalah :
- Management : 192.168.1.0 -- 192.168.1.127 / 25
- IT : 192.168.1.128 -- 192.168.1.191 / 26
- Marketing : 192.168.1.192 -- 192.168.1.223 / 27
- Finance : 192.168.1.224 -- 192.168.1.239 /28
Dari hasil tersebut, tiap divisi menyesuaikan dengan jumlah host-nya dan alhasil mengefisiensikan pengalamatan IP sekaligus merapikan pengalamatan juga.
VLSM sering digunakan pada perusahaan / organisasi yang networknya kompleks guna memudahkan para network administrator dan efisiensi pengalamatan IP.
Untuk kembali ke part 1 -> http://haykalgunadil.blogspot.co.id/2016/03/subnetting-part-1.html
Semua diatas adalah beberapa istilah yang sangat umum di jaringan komputer. Semua tulisan dan kutipan berdasarkan dari sumber-sumber yang sangat terpercaya. Jika ada kesalahan, mohon maaf sebesar-besarnya. Untuk info lanjut, silahkan email ke haykal.gundamn@gmail.com. Salam gundam.